Friday, January 6, 2017

Manusia itu mulia kerana Islam!

Bismillahirahmanirrahim..

AsSalamua'laikum warahmatullahi wabarakatuh..

"Kita adalah satu golongan yang diberi kemuliaan oleh Allah dengan Islam.. Maka sekiranya kita mencari selain daripada Islam, nescaya Allah akan menghina kita"
[Saidina Umar Al-Khattab]

sumber gambar


Mari kita hayati bingkisan sirah ini..

Suatu hari, Umar al Khattab sedang duduk di bawah pohon kurma berdekatan Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik membincangkan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegang kuat seorang pemuda berpakaian lusuh yang diapit oleh kedua mereka.

Ketika mereka sudah sampai, berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata adik beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"

"Qishaslah pembunuh ayah kami sebagai hak atas kejahatan pemuda ini !".

Umar segera bangun dan berkata :
"Bertakwalah kamu kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"

Pemuda berpakaian lusuh itu menunduk dan dalam nada suaranya yang menyesal ia berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", ujar Umar.

Pemuda berpakain lusuh itu kemudian memulakan ceritanya :

"Aku datang dari pendalaman yang jauh, kaumku memercayaiku atas suatu urusan muamalah untuk aku selesaikan di kota ini. 

Apabila sampainya aku di kota ini, aku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu aku tinggalkan dia (unta). Begitu pantas, setelah aku kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupa-rupanya untaku terlepas dan merosakkan kebun yang dimiliki oleh lelaki tua itu. Sungguh, aku jadi sangat marah tidak terkawal waktu itu, segera aku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, engkau telah mendengar ceritanya, kami boleh mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Tegakkanlah hak Allah keatasnya!" Setimpal dengan yang lain.

Umar terpegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda berpakaian lusuh itu.

"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini adalah seorang pemuda yang soleh lagi baik budi pekertinya. Dia membunuh ayah kalian hanya kerana khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.

"Izinkan aku, meminta  dari kalian berdua supaya memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayah kamu", kata Umar.

"Maaf Amirul Mukminin," balas kedua pemuda yang kelihatan masih marah dengan keadaan mata mereka merah menyala,

"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan redha jika korban jiwa belum dibalas dengan korban jiwa juga".

Umar semakin bimbang, di hatinya telah timbul rasa simpati kepada si pemuda berpakaian lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggungjawab.

Tiba-tiba si pemuda berpakaian lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah hukum qishas keatasku. Aku redha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.

"Namun, izinkan aku menyelesaikan dahulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh selama 3 hari. Aku akan kembali untuk penghukuman qishas".

"Mana boleh begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya telah terbunuh itu.

"Nak, tidakkah engkau mempunyai kaum kerabat atau kenalan untuk menguruskan urusanmu?", tanya Umar al Khattab.

"Sayangnya tidak ada, wahai Amirul Mukminin".
"Bagaimana dengan pendapatmu jika aku mati membawa hutang tanggungjawab kaumku bersamaku?", pemuda berpakaian lusuh itu sebaliknya bertanya kepada Umar.

"Baiklah, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada orang yang mahu menjaminmu, agar kamu dapat kembali untuk menepati janjimu" kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang yang beriman", katanya dalam nada kesedihan..

Tiba-tiba dari belakang kerumunan orang ramai terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".

Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.

"Salman?" Umar mengherdik, kelihatan agak marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan engkau main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya samalah dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman dengan tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin kepada si pemuda berpakaian lusuh tersebut. Pemuda itu pun segera pergi menguru

skan urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda berpakaian lusuh itu. Begitupun juga hari kedua. Orang ramai mulai tertanya-tanya apakah si pemuda tersebut akan kembali. Kerana dengan mudah sahaja si pemuda itu boleh menghilang ke negeri yang jauh jika ia mahu memungkiri janjinya dan waktu dan masa yg ditetapkan

Hari ketiga pun tiba. Orang ramai mulai meragukan kedatangan si pemuda tersebut, dan mereka mulai khuatir akan nasib Salman, salah seorang sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang ramai sedang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda berpakaian lusuh. Umar berjalan mundar-mandir menampakkan kegelisahannya. Kedua pemuda adik beradik yang menjadi pendakwa kes qishas itu sangat kecewa dengan keengkaran janji si pemuda berpakaian lusuh itu.

Akhirnya tiba waktu jatuhnya hukuman qishas. Salman dengan tenang dan penuh tawakkal berjalan menuju tempat penghukuman. Hadirin mulai teresak-esak menangis, kerana menyaksikan seorang yang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada bayangan seseorang sedang berlari tersengguk-sengguk, sekejap jatuh, sekejap bangun, kemudian jatuh lagi, lalu ia bangun kembali.

”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.Masa dan waktunya

Dengan tubuhnya bermandi peluh dan nafas tercungap-cungap, si pemuda itu jatuh di pangkuan Umar.

”Hhuhuh..hh.. maafkan aku.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tidak ku sangka... urusan kaumku... mensiakan... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sampai pada sakaratulmaut di gurun... Terpaksa... aku tinggalkan ia... lalu aku berlari dari sana..”

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau bersusah payah untuk kembali? Padahal kau boleh lari dan menghilang diri?” tanya Umar.

”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin...sudah tidak ada lagi pemuda...yang menepati janji...” jawab si pemuda berpakaian lusuh itu sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan sedihnya, lalu ia bertanya :
“Lalu engkau pula, Salman, mengapa semahu- mahunya engkau bersungguh untuk menjamin orang yang baru sahaja engkau kenal?"

Kemudian Salman menjawab :
"Agar nanti jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin,  sudah tidak ada lagi rasa saling percaya dan mahu menanggung beban saudaranya”.

Hadirin mulai merasa sedih sambil menahan tangisan mereka kerana terharu dengan kejadian itu.

”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba sahaja kedua pemuda adik beradik itupun berteriak.

“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahawa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak dan terkejut mendengar kata-kata kedua pemuda tersebut.

“Kamu berdua...” ujar Umar.
“Apakah maksudnya ini? Mengapakah kamu..?” Umar semakin terharu.

Kemudian dua pemuda itu menjawab dengan mengatakan :
”Agar jangan sampai dikatakan nanti, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mahu memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.

”Allahu Akbar!”...terdengar ucapan takbir daripada hadirin.

Pecahlah tangisan bahagia, terharu dan sukacita oleh semua orang. 

MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim andainya ada bersama kita pemuda berjiwa satria, muslim yang memuliakan al Islam dengan berbahagi pesan nasihat untuk tetap istiqomah berada di jalan-Nya..
Allahu Akbar…!
Kisah yg hebat..... AllahuAkbar!

Teringin nak share sebab kehebatan kisahnya... AllahuAkbar!

share dari nota seorang sahabat..

semoga bermanfaat.

Tuesday, January 3, 2017

Kalam Pembuka Bicara 2017

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamua'laikum wbt..

Salam pembuka bicara 2017..

Coretan yang akan dikongsikan adalah berupa catatan buat peringatan diri yang sering lupa.. kerana peringatan itu bermakna dan berguna bagi setiap yang bergelar Muslim.. (semoga lebih kerap menulis tahun ini! hajat doa ^^)

Hidup ini, akan rasa kosong bila kita tidak isi nya dengan kebaikan yang mendatangkan ketenangan kepada jiwa..

dan secara sunnahnya, 
jika kehidupan tidak diisi dengan kebaikan, 
maka yang akan mengisinya adalah kejahatan..

jika kita tidak disibukkan dengan kebaikan,
maka kita akan disibukkan dengan kelalaian dan kealpaan..


moga jiwa kita sentiasa dibasahi dengan zikrullah.
sumber gambar


semoga Allah pelihara diri dan jiwa kita semua,
agar sentiasa karib dengan-Nya..
aamiin..

Wallahu a'lam.

salam penuh kasih,
alFaQir ilallah,
wardah syuhada'

Tuesday, September 23, 2014

Rawat Keaiban dan Berpotensilah!

Catatan Nasihat (Almarhum) Ustaz Rahmat Abdullah.
"Ghairah Cinta dan Kelesuan Ukhwah"


Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah swt pada titik- titik kelemahan kita.

Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah pangkat dan wanita,
tidak akan pernah diuji dengan wanita atau pangkat.
Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang,
tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.

Orang yang mudah tersinggung dan mudah marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.

Orang yang selalu berlambat- lambat menghadiri pertemuan forum dakwah kerana alasan isteri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara 'mertua datang, tamu datang silih berganti' di saat ia akan berangkat.. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara- perkara lain.

Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan memukuli  orang- orang yang bermaksiat.

Sungguh teramat merugi...
mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dalam dakwah ilallah, tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan. Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhwah..

Dan sungguh,
kecewa itu biasa dan 'manusiawi' yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan lalu berlapang dada serta bertawakkal pada-Nya.

Memang...
Dakwah ini berat...
kerananya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang:

1. Memiliki jiwa sekuat baja.

2. Memiliki kesabaran lebih panjang dari usianya.

3. Memiliki kekuatan yang berlipat.

4. Memiliki keikhlasan dalam beramal yang meninggi.

5. Memiliki ketabahan seluas lautan, memiliki keyakinan sekokoh pergunungan.

Siapapun tak akan pernah bisa bertahan...
melalui jalan dakwah ini...
mengharungi jalan perjuangan...
kecuali dengan KESABARAN!!!

Kerananya...
tetaplah disini...
dijalan ini...
bersama kafilah dakwah ini.
seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh...
sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya...
tetaplah disini...

Buanglah hawa nafsu dalam mengharungi perjalanannya, 
kerana telah banyak yang berguguran kerananya.

Gendenglah selalu iman kemana saja kita melangkah,
kerana iman akan menjagamu setiap waktu.
seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita,
janganlah sekali- kali mencoba untuk memutuskan berenang seorang diri...
kerana pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam di samudera kehidupan...

Jika bersama dakwah saja...
kau serapuh itu...
bagaimana mungkin dengan seorang diri?
sekuat apa kau jika seorang diri?

sumber gambar

Saturday, April 13, 2013

masa yang berlalu..

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamua'laikum warahmatullahi wabarakatuh..

Segala puji dan puja hanya milik Allah, Rabb dan Ilah, satu- satunya..
Selawat dan salam buat Rasul saw, ahli keluarga dan para sahabat baginda, serta hamba2 Allah yang berjuang untuk deen-Nya hingga hari kiamat..

Alhamdulillah,
kini,
dah masuk bulan 4..

tanpa sedar, pantasnya masa berlalu..

dah nak habis belajar..
lepas ni mesti rindu saat2 yang telah dilalui di alam univ ni..

kehidupan di kampus,
susah senang yang tak bisa diungkap dengan kata2,
ragam dalam bersahabat,
cabaran keluar ke program tiap minggu..

m0ga semuanya itu jadi saham di akhirat kelak..
m0ga tidak menjadi sekadar debu- debu berterbangan..
ameen..


begitulah kehidupan.
setiap yang bermula pasti ada akhirnya..

jun 2010 yang lalu,
abah, mama, adik dan sepupu yang hantar masa daftar masuk univ.
lepas ni,
dah lain ceritanya masa keluar nanti..

sebenarnya,
malam ni tak tau nak cerita pasal apa..
tapi saya rasa nak menulis..
rasa nak meluahkan..

dah lama tak update,
sebab kadang rasa macam 'malas' nak bercakap..
'malas' nak meluahkan..
'malas' nak bercerita..

m0ga keadaan tu tak datangkan keburukan..
ameen..

hmm,
betul la, kan..
setiap yang berlaku tu,
pasti beri kesan pada kita..
pada jiwa dan fikiran terutamanya..

tak kira baik ke, buruk ke yang kita buat tu,
mesti ada datangkan kesan..
teringat saidina Ali RA pernah pesan,
"Apabila kamu merasa letih kerana berbuat kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan yang dilakukan itu akan terus kekal. Dan sekiranya kamu berseronok melakukan dosa, maka sesungguhnya keseronokan itu akan hilang, sedang dosa yang dilakukan itu akan kekal."

Allah..
Astaghfirullahal 'azim..
m0ga Allah ampuni dosa- dosa yang kita lakukan, sama ada tanpa sedar atau tidak sedar..
m0ga Allah pimpin kita dalam setiap langkahan..

apa pun,
setiap yang berlaku tu,
adalah ujian dan latihan dari Allah buat kita,
dalam mempersiapkan diri kita,
dalam menghadapi sesuatu yang akan mendatang..

Maha Baiknya Allah..
tak pernah dibiar kita sendirian..
kita yang sebaliknya, selalu tinggalkan Allah,
yang selalu lupakan Allah,
yang selalu tak bergantung pada-Nya yang Maha Kuat, Maha Kaya, Maha Besar.

Allah..
Astaghfirullahal 'azim..

dan sem0ga,
setiap kesukaran, kesusahan, keperitan yang kita lalui dengan tabah, redha dan penuh tawakal itu,
diganjari dengan kebaikan yang sebanyak- banyaknya..
ameen..

sumber fb


sama2 saling mend0akan,
m0ga Allah redha,
m0ga Allah kasih,
m0ga Allah pandu setiap langkahan,
m0ga sentiasa dalam peliharaan Allah swt..

ameen.. ameen.. ameen..

WA

Wednesday, March 6, 2013

teruslah melangkah.

Ujian, cubaan, halangan,
adalah suatu perkara yang pasti akan mewarnai kehidupan,
jika kita anggap ia sebagai tanda Allah nak kita lebih dekat dengan-Nya,
pasti akan membuatkan segala usaha kita kembali kepada-Nya..
  
"Ataukah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang- orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai- bagai cobaan), sehingga Rasul dan orang- orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.."
[Al-Baqarah: 214]
 

 
Kadang,
kita akan rasa lemah, tak berdaya, tak larat dah nak hadapi semua ni,
tapi ingatlah,
 
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Rabbmulah engkau berharap."
[Asy-Syarh: 5-8]
 
Maka,
 
"Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang- orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang ghaib dan nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan"
[At-Taubah: 105]
 

Teruskan langkahan.
hidup perlu diteruskan..
walau payah, walau berat,
kembalikan segalanya kepada Allah..
 
"Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan mahupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan hartamu dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
[At-Taubah: 41]
 
Setelah memutuskan sesuatu keputusan,
 
"...kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal."
[Ali-Imran: 159]
 
La haula wala quwwata illa billah.
Sungguh, tiada daya dan upaya manusia itu, melainkan kekuatan itu datangnya daripada Allah..
 
 
"Bersungguh- sungguhlah dengan kehinaanmu, nescaya Dia menolongmu dengan kemuliaan-Nya.
Bersungguh- sungguhlah dengan ketidakberdayaanmu, nescaya Dia menolongmu dengan kekuasaan-Nya.
Bersungguh- sungguhlah dengan kelemahanmu, nescaya Dia menolongmu dengan kekuatan-Nya.
(Ibn 'Athaillah)
 
 


semoga bermanfaat..^_^